Berita

Stop Bullying! Siswa SD Negeri Rejosari Bubuhkan Cap Tangan sebagai Simbol Komitmen Anti-Perundungan

Rejosari, 30 Juli 2026 — Maraknya kasus perundungan (bullying) di lingkungan sekolah menjadi perhatian karena dapat berdampak terhadap proses belajar dan perkembangan sosial anak. Berangkat dari hal tersebut, Safi Yumna Kalila, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) dari Program Studi Informasi dan Humas, menggelar kampanye edukasi “Stop Bullying” sebagai bagian dari program kerja sosial kemasyarakatan pada Selasa, 29 Juli 2026, di SD N Rejosari, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dea Adielyani, S.M., M.M., serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari perundungan.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan yang dapat terjadi di lingkungan sekolah, dampak yang ditimbulkan bagi korban maupun pelaku, serta pentingnya saling menghargai antarteman. Melalui sesi interaktif, siswa diajak memahami bahwa tindakan mengejek, mengucilkan, maupun melakukan kekerasan fisik dan verbal bukanlah perilaku yang dapat dibenarkan dan perlu dicegah bersama.

Sebagai bentuk komitmen, para siswa membubuhkan cap tangan pada media yang telah disediakan sebagai simbol janji untuk menolak segala bentuk bullying serta menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghormati.

“Kami senang dengan adanya edukasi seperti ini karena anak-anak jadi lebih memahami bahwa perundungan bukan sekadar bercanda dan dapat berdampak pada teman mereka. Kehadiran mahasiswa KKN juga membantu sekolah dalam menanamkan kebiasaan saling menghargai sejak dini,” ujar salah satu guru SD N Rejosari.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari siswa maupun pihak sekolah. Edukasi yang diberikan diharapkan dapat menumbuhkan keberanian siswa untuk mencegah, mengingatkan, maupun melaporkan apabila terjadi tindakan perundungan di lingkungan sekolah.

Melalui kampanye “Stop Bullying”, mahasiswa KKN Undip turut mendorong terciptanya budaya sekolah yang lebih peduli, aman, dan saling menghormati. Dengan pemahaman yang ditanamkan sejak dini, siswa diharapkan mampu menjadi bagian dari lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan.

 

Share :