Berita

Kenali Suhu Permukaan Lahan, Mahasiswa Oseanografi Undip Ajak Warga Optimalkan Pertumbuhan TOGA

Rejosari, 15 Agustus 2026 — Riska Tyara Ayu, mahasiswa Program Studi Oseanografi Universitas Diponegoro (Undip) sekaligus anggota KKN Reguler Tim II Undip, melaksanakan kegiatan sosial kemasyarakatan saintek berupa edukasi mengenai suhu permukaan lahan atau Land Surface Temperature (LST) dan kaitannya dengan pertumbuhan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) kepada ibu-ibu PKK RW 03 Desa Rejosari pada 2 Agustus 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di bawah bimbingan Dea Adielyani selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) ini bertujuan memperkenalkan kondisi suhu permukaan lahan sebagai salah satu faktor lingkungan yang dapat memengaruhi kondisi tanah dan pertumbuhan tanaman.

Dalam kegiatan tersebut, Riska memperkenalkan konsep Land Surface Temperature (LST) sebagai gambaran suhu pada permukaan suatu wilayah yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan di sekitarnya. Peserta diajak memahami bahwa kondisi permukaan lahan dapat berbeda-beda bergantung pada tutupan vegetasi, paparan sinar matahari, kelembapan, serta karakteristik permukaan lahan. Penjelasan tersebut kemudian dikaitkan dengan kondisi tanaman yang ditanam di lingkungan rumah, khususnya TOGA yang membutuhkan kondisi lingkungan sesuai agar dapat tumbuh dengan baik.

Selain menjelaskan konsep LST, Riska juga menyampaikan keterkaitannya dengan perubahan lingkungan dan perubahan iklim. Peningkatan suhu serta perubahan pola cuaca dapat memengaruhi kondisi lahan, termasuk kelembapan tanah dan kebutuhan air tanaman. Oleh karena itu, peserta diperkenalkan pada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu menjaga kondisi lingkungan tanaman, seperti melakukan penyiraman pada waktu yang tepat, mempertahankan tutupan vegetasi, serta menggunakan mulsa untuk membantu menjaga kelembapan tanah.

Materi disampaikan secara interaktif melalui pemaparan, diskusi, dan sesi tanya jawab bersama peserta. Riska juga mengajak ibu-ibu PKK untuk menghubungkan materi yang diberikan dengan kondisi lingkungan di sekitar rumah masing-masing. Melalui pendekatan tersebut, peserta tidak hanya mengenal istilah LST, tetapi juga memahami bahwa kondisi lingkungan sekitar dapat berpengaruh terhadap keberhasilan budidaya tanaman di pekarangan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik penanaman bibit TOGA bersama sebagai bentuk penerapan materi yang telah disampaikan. Praktik tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk menerapkan langkah-langkah sederhana dalam menjaga kondisi media tanam dan lingkungan sekitar tanaman. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa pengelolaan lingkungan dan pemilihan cara perawatan tanaman yang tepat dapat membantu menjaga pertumbuhan TOGA di tengah perubahan kondisi lingkungan.

Kegiatan edukasi LST ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, melalui peningkatan pemahaman masyarakat mengenai perubahan kondisi lingkungan dan langkah adaptasi sederhana dalam pengelolaan tanaman. Selain itu, kegiatan juga berkontribusi pada SDG 15 tentang Ekosistem Daratan melalui upaya meningkatkan kepedulian terhadap vegetasi dan pengelolaan lingkungan di tingkat masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Riska berharap pengenalan LST dapat menjadi pengetahuan baru bagi masyarakat mengenai keterkaitan antara kondisi permukaan lahan, perubahan lingkungan, dan pertumbuhan tanaman. Edukasi ini diharapkan dapat mendorong ibu-ibu PKK untuk menerapkan langkah adaptasi sederhana dalam merawat tanaman sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal.

Share :