Berita

Geliat Ekonomi Desa Rejosari : Dari Sentra Kayu Lapis hingga Pilar Mandiri Industri Nasional

Rejosari, 11 Agustus 2026 — Geliat ekonomi Desa Rejosari tak pernah surut. Puluhan pabrik dan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) pengolahan kayu lapis (triplek) di wilayah ini mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal sekaligus menopang pendapatan warga secara signifikan. Aktivitas produksi yang berlangsung hampir tanpa henti saban hari membuktikan bahwa sektor manufaktur berbasis perdesaan ini telah bertransformasi menjadi penggerak utama roda perekonomian daerah.

Memanfaatkan ketersediaan bahan baku kayu berkualitas dari perkebunan rakyat serta didukung oleh tenaga kerja terampil, sentra UMKM triplek di desa ini sanggup memenuhi tingginya permintaan pasokan untuk berbagai proyek konstruksi, interior, dan industri furnitur di kota-kota besar. Kapasitas produksi yang terus meningkat melampaui skala rumah tangga ini didukung pula oleh adopsi teknologi mesin modern dan penerapan standar kontrol kualitas yang ketat, sehingga produk yang dihasilkan mampu bersaing secara kompetitif dengan industri papan atas.

Dampak positif dari pesatnya industri triplek ini tidak hanya dirasakan oleh para pemilik usaha dan buruh pabrik, tetapi juga menciptakan multiplier effect bagi perekonomian sekitar. Berbagai sektor pendukung seperti jasa transportasi dan logistik, bengkel alat berat, hingga warung kuliner skala kecil tumbuh subur di sepanjang koridor desa. Keberhasilan sentra UMKM triplek skala besar di Desa Rejosari menjadi bukti nyata bahwa potensi desa, jika dikelola secara masif, berkelanjutan, dan profesional, mampu menjadi pilar utama kemandirian ekonomi daerah sekaligus menembus rantai pasok nasional.

Share :