Rejosari, 5 Agustus 2026 — Dalam upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan keluarga dan kepedulian terhadap lingkungan, mahasiswa KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan sosial kemasyarakatan saintek berupa sosialisasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan pentingnya suhu permukaan lahan terhadap pertumbuhan tanaman kepada ibu-ibu PKK RW 02 Desa Rejosari pada 2 Agustus 2026. Kegiatan yang berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dea Adielyani ini bertujuan memberikan edukasi mengenai pemanfaatan tanaman obat sekaligus memperkenalkan faktor lingkungan yang memengaruhi pertumbuhan tanaman agar dapat tumbuh secara optimal.
Pada kegiatan tersebut, Permata Bekti Asih, mahasiswa Program Studi Biologi menyampaikan materi mengenai pengertian TOGA, manfaatnya bagi kesehatan keluarga, serta memperkenalkan beberapa jenis tanaman obat yang mudah dibudidayakan di pekarangan rumah, yaitu kumis kucing, melati, sirih merah, dan temulawak. Selain menjelaskan berbagai khasiat dari masing-masing tanaman, peserta juga diberikan informasi mengenai cara perawatan sederhana agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan dimanfaatkan sebagai alternatif obat alami bagi keluarga. Selanjutnya, Riska Tyara Ayu, mahasiswa Program Studi Oseanografi menyampaikan materi mengenai suhu permukaan lahan (Land Surface Temperature/LST) serta kaitannya dengan pertumbuhan TOGA. Materi yang disampaikan meliputi pengaruh suhu permukaan lahan terhadap kelembapan tanah, pentingnya menjaga kondisi lahan melalui penyiraman pada waktu yang tepat, penggunaan mulsa, serta menjaga tutupan vegetasi agar tanaman tetap tumbuh optimal. Peserta juga diajak memahami bahwa perubahan iklim dapat memengaruhi suhu permukaan lahan sehingga diperlukan langkah-langkah adaptasi sederhana dalam merawat tanaman.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi pemaparan materi, diskusi, tanya jawab, serta praktik penanaman bibit TOGA bersama ibu-ibu PKK sebagai bentuk implementasi dari materi yang telah disampaikan. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan dalam berdiskusi serta praktik penanaman yang dilakukan secara bersama-sama. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan rumah sebagai kebun TOGA yang sehat, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dalam menghadapi perubahan iklim. Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pemanfaatan TOGA sebagai tanaman obat keluarga serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui edukasi mengenai adaptasi sederhana terhadap dampak perubahan iklim dalam pengelolaan tanaman dan lingkungan.
Share :