Rejosari, 2 Agustus 2026 — Dengan dukungan penuh dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dea Adielyani, S.M., M.M., mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro di Desa Rejosari melaksanakan program multidisiplin berupa sosialisasi pengenalan rocket stove sebagai salah satu solusi pembakaran yang lebih efektif dan ramah lingkungan. Program ini bertujuan untuk membantu mengatasi permasalahan limbah sisa produksi triplek serta mengurangi polusi udara akibat pembakaran terbuka. Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Serta SDGs 12, yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Kegiatan dilaksanakan pada Minggu, 26 Juli 2026, bertempat di Balai Desa Rejosari dan dihadiri oleh pelaku UMKM triplek serta masyarakat setempat. Sosialisasi diawali dengan pemaparan dari Damar Priatmoko S.B.S., mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, mengenai dampak asap pembakaran limbah terhadap kesehatan, khususnya risiko gangguan pada sistem pernapasan akibat paparan polusi udara.

Selanjutnya, Randy Nur Ramadhani, mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Diponegoro, memperkenalkan konsep rocket stove sebagai teknologi pembakaran yang lebih efisien, hemat bahan bakar, serta mampu mengurangi emisi asap dibandingkan metode pembakaran konvensional. Melalui sosialisasi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai manfaat penggunaan rocket stove sebagai alternatif pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat respons positif dari warga. Materi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik, ditunjukkan melalui antusiasme warga selama sesi diskusi. Masyarakat Desa Rejosari berharap program ini dapat diimplementasikan secara efektif untuk membantu mengurangi permasalahan lingkungan akibat limbah triplek serta terus dikembangkan sebagai solusi berkelanjutan bagi pelaku UMKM di desa.
Share :