Berita

Pembangunan Prototipe Tungku Pembakaran (Rocket Stove) Capai 70 Persen, KKN Undip Bersama Warga Wujudkan Solusi Pengelolaan Limbah

Rejosari, 4 Agustus 2026 — Sebagai bagian dari program yang dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dea Adielyani, S.M., M.M., mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (Undip) memulai pembangunan prototipe tungku pembakaran (rocket stove) sebagai program kerja multidisiplin di Desa Rejosari. Program ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan sosialisasi yang telah dilaksanakan sebelumnya dan bertujuan memberikan solusi terhadap permasalahan limbah hasil produksi UMKM triplek serta mengurangi polusi udara akibat pembakaran terbuka. Melalui program ini, mahasiswa KKN Undip turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera, serta SDGs 12, yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Pembangunan prototipe dilaksanakan pada Selasa, 4 Agustus 2026, bertempat di Balai Desa Rejosari. Sejak pagi, mahasiswa KKN Undip bersama para tukang dan perangkat desa bergotong royong melaksanakan berbagai tahapan pembangunan, mulai dari persiapan material, penyusunan struktur, hingga proses pemasangan komponen utama rocket stove. Keterlibatan mahasiswa dalam proses pembangunan menjadi bentuk nyata kontribusi mereka dalam merealisasikan program yang telah dirancang bersama masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, proses pembangunan berjalan dengan lancar berkat kerja sama yang baik antara mahasiswa KKN Undip, tenaga pembangunan, dan pemerintah desa. Antusiasme seluruh pihak menunjukkan komitmen bersama untuk menghadirkan inovasi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya pelaku UMKM triplek di Desa Rejosari.

Hingga akhir kegiatan hari pertama, pembangunan prototipe rocket stove telah mencapai sekitar 70 persen. Pengerjaan akan dilanjutkan pada hari berikutnya hingga tahap finalisasi sebelum dilakukan uji coba penggunaan. Mahasiswa KKN Undip berharap prototipe ini dapat menjadi contoh teknologi pembakaran yang lebih efisien, mengurangi emisi asap, serta menjadi solusi berkelanjutan dalam pengelolaan limbah produksi triplek di Desa Rejosari.

Share :