Berita

KKN Undip Resmikan Rocket Stove, Dorong Pemanfaatan Limbah Kayu di Desa Rejosari

Rejosari, 19 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Universitas Diponegoro (Undip) bersama Pemerintah Desa Rejosari melaksanakan peresmian rocket stove sebagai inovasi pemanfaatan limbah kayu sisa produksi pada Jumat, 14 Agustus 2026, bertempat di Balai Desa Rejosari, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal. Kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari pengembangan rocket stove yang dilakukan mahasiswa KKN untuk membantu mengatasi persoalan limbah kayu, khususnya dari aktivitas usaha triplek di Desa Rejosari.

 

Peresmian tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Rejosari, Bapak Mukhtarom, serta mahasiswa KKN Undip. Kegiatan ini juga merupakan lanjutan dari peninjauan yang sebelumnya dilakukan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dea Adielyani, S.M., M.M., pada 14 Agustus 2026 untuk melihat perkembangan dan kesiapan rocket stove yang telah dikembangkan.

 

Rocket stove merupakan tungku pembakaran yang dirancang untuk memanfaatkan bahan bakar berupa limbah kayu. Inovasi ini dikembangkan sebagai alternatif agar sisa kayu dari kegiatan produksi triplek tidak hanya dibakar secara terbuka atau dibuang, tetapi dapat dimanfaatkan kembali sebagai sumber bahan bakar melalui teknologi yang lebih terarah.

 

Dalam proses pengembangannya, mahasiswa KKN tidak hanya membuat prototipe rocket stove, tetapi juga menyusun booklet panduan yang berisi rancangan, pemilihan bahan, cara penggunaan, serta perawatan tungku. Keberadaan panduan tersebut menjadi bagian penting agar masyarakat dapat memahami cara kerja rocket stove dan memiliki bekal untuk melakukan pengembangan secara mandiri.

 

Kepala Desa Rejosari, Bapak Mukhtarom, menyambut baik inovasi yang dikembangkan mahasiswa KKN tersebut. “Kami sangat mengapresiasi adanya inovasi rocket stove ini. Limbah kayu yang selama ini menjadi persoalan dapat dimanfaatkan kembali, sehingga kami berharap teknologi ini bisa terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Rejosari,” ujarnya.

 

Pengembangan rocket stove ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 12, yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui upaya pemanfaatan kembali limbah kayu agar memiliki nilai guna. Program ini juga menjadi bentuk penerapan teknologi tepat guna yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat.

 

Melalui peresmian tersebut, mahasiswa KKN Undip bersama Pemerintah Desa Rejosari mendorong agar rocket stove tidak berhenti sebagai prototipe setelah berakhirnya masa KKN. Pemanfaatan limbah kayu melalui teknologi tersebut diharapkan dapat terus dipahami, digunakan, dan dikembangkan oleh masyarakat sebagai salah satu langkah menuju pengelolaan limbah yang lebih bijak dan berkelanjutan.

Share :